Penjelasan hukum mendel 1 dan hukum mendel 2
Hukum Mendel I disebut Hukum Segregasi. Setiap individu punya dua alel untuk satu sifat (satu dari ayah, satu dari ibu). Saat pembentukan gamet (sel telur atau sperma), dua alel itu berpisah sehingga tiap gamet hanya membawa satu alel.
Contoh sederhana: gen warna biji kacang—A (kuning, dominan) dan a (hijau, resesif). Tanaman heterozigot Aa menghasilkan gamet A atau a (bukan keduanya). Kalau dua Aa disilangkan, keturunannya muncul perbandingan fenotipe 3 kuning : 1 hijau. Itu hasil segregasi alel di gamet. Kesimpulan nya alel berpisah saat gamet dibuat, lalu bergabung lagi saat fertilisasi.
Hukum Mendel II disebut Hukum Asortasi Bebas (independent assortment). Ini melangkah satu tingkat lebih jauh, kalau kita lihat dua sifat berbeda sekaligus misalnya warna biji (Kuning = K dominan, hijau = k resesif) dan bentuk biji (Bulat = B dominan, keriput = b resesif) maka alel-alel untuk tiap sifat diwariskan secara terpisah.
Penjelasan nya:
1. Induk heterozigot untuk kedua sifat: genotipe KkBb. Ia punya dua alel warna (K, k) dan dua alel bentuk (B, b).
2. Saat gamet terbentuk, pasangan alel warna dan bentuk dipisah secara bebas. Jadi gamet yang mungkin: KB, Kb, kB, kb masing-masing dengan peluang ¼.
3. Tidak saling memengaruhi: alel warna tidak ikut alel bentuk tertentu. K bisa masuk ke gamet yang bawa B atau b, sama halnya dengan k.
4. Contoh persilangan KkBb × KkBb menghasilkan 16 kombinasi gamet. Kalau dihitung fenotipenya, rasio klasiknya 9 : 3 : 3 : 1:
- 9 kuning bulat (K_ B_)
- 3 kuning keriput (K_ bb)
- 3 hijau bulat (kk B_)
- 1 hijau keriput (kk bb)
Intinya: Selama gen-gen berada di kromosom yang berbeda atau cukup jauh di kromosom yang sama, mereka di sortir secara acak ke gamet, sehingga kombinasi sifat di keturunan menjadi semua kemungkinan yang ada. Itu yang memberi keanekaragaman pada keturunan.


Komentar
Posting Komentar